"Galeri Anak Bangsa Indonesia" saatnya pemuda berkarya

Jumat, 28 Maret 2014

Kisah Inspiratif "Ketika Yaya Mencari Kerja"

Kita sering terjebak dalam kotak yang terlihat indah, padahal belum tentu indah jika dinikmati. Hidup tak lepas dari sebuah pelajaran, dalam kondisi apa pun manusia melaluinya meski dengan jalan tempuh yang berbeda-beda. Keputusan memilih untuk mendapat pembelajaran yang terbaik adalah hak.

Yaya yang kebetulan pada saat itu lulus kuliah dari Unissula Semarang & menyandang gelar sebagai Sarjana Pendidikan Islam, bermaksud mencari pekerjaan yang layak di Semarang. Background pendidikan yang disandangnya seharusnya membuatnya melamar menjadi guru di sekolah, atau paling tidak menjadi staff akademisi. Tapi pilihan itu tidak diambilnya, melihat peluang menjadi guru di Kota Semarang sangat minim, apalagi bagi lulusan yang belum memiliki pengalaman sama sekali.

Secara tidak sengaja, Yaya bertemu dengan Kakak kelasnya yang bekerja di Astra Daihatsu Semarang. Dari temannya itu ia kemudian mendapat informasi bahwa ada perusahaan di daerah Pedurungan yang membutuhkan karyawan, tepatnya untuk mengisi jabatan sebagai sekretaris.

Berbekal alamat dan no hp, Yaya dengan semangat berangkat menuju ke perusahaan yang dimaksud untuk memberikan surat lamaran pekerjaan. Sudah sampai di daerah pedurungan, Yaya mencoba menebak, mungkin di gang ini adalah tempat yang dimaksud karena rumahnya besar-besar. Pikir Yaya bahwa seorang Pengusaha pasti Rumahnya besar, ramai, dan ada mobil di depannya. Melihat alamat yang ia pegang, dari timur ke barat mondar mondir ia tidak juga ketemu dengan rumah Bp. Bawika.

Ia mencoba bertanya kepada orang yang ada di pinggir jalan. “Bu, nyuwun sewu. Ngertos dalemnya Pak Bawika?”

“Bawika???, wuah mboten ngertos niku. Cobi ke gang sebelah”. Jawab Ibu yang kelihatannya juga belum yakin atas ucapannya.

Karena tak kunjung ketemu, Yaya memberanikan diri langsung menghubungi no hp Bawika. Dan benar, rumah Bawika tepat berada di gang sebelahnya. Yaya bergegas kesana dan sampai juga ia di depan rumah Bawika.

“Kecil sekaliiiiii, masak ini perusahaannya???”, gumam Yaya dalam hati.

Di rumah itu ia temui beberapa orang laki-laki yang sedang mengelas besi. Salah satu dari mereka menghampiri Yaya dan ternyata dia adalah Bawika.
Yaya bertambah heran, “masak ini bosnya???”

Bawika kemudian memintanya untuk menuju ke kantor yang ada di belakang. Melewati lorong yang cukup sempit, jalan yang hanya cukup dilewati satu unit motor. Ternyata ada sebuah ruangan kusus yang sudah disediakan oleh Bawika untuk calon-calon karyawan Back ofice. Yaya adalah kandidat pertama yang Bawika panggil meski banyak pelamar yang berkasnya sudah masuk.

Memasuki ruangan berukuran 6 X 8 meter, hanya ada 1 meja dan 1 komputer tepat di pojok ruangan, atap yang masih menggunakan bambu sebagai penyangga. Perasaan Yaya bertambah tidak karuan. Ragu bercampur heran.
Muncul lagi pertanyaan Yaya dalam hati, “Masak begini kantornya???”

Kemudian mulailah Bawika melakukan wawancara. Menurut Yaya ini aneh, ia langsung diwawancara oleh bos perusahaan yang dengan santainya masih menggunakan kaos dan celana pendek. Mulailah Bawika bertanya mengenai motivasi bekerja, bakat, minat, dll. Bawika juga menanyakan berapa jumlah gaji yang diinginkan. Terakhir, sebuah kalimat yang terlontar dari mulut Bawika, “saya tidak butuh orang-orang pintar, yang saya butuhkan adalah orang-orang yang mau belajar dan siap untuk dikembangkan. Biarpun perusahaan saya kecil, saya akan memulainya dengan pondasi yang kuat”.


3 hari setelah wawancara, Yaya mendapat jawaban dari Bawika bahwa ia diterima bekerja. Mulai tanggal 6 Juni 2013 Yaya menjadi Karyawan perdana di back ofice CV. Mansgroup dengan jabatan pertamanya, “Admin Counter”. Kalimat pertama yang ia dengarkan dari seorang bos bernama Bawika “biarpun badan kamu kecil, saya akan menjadikanmu kecil-kecil cabe rawit.”

Kisah nyata yang dialami Yaya dapat kita ambil beberapa pembelajaran :
  1. Menjadi pengusaha bukan berarti harus terlihat mewah. Bukankah Rasulullah mengajarkan bahwa berbisnis & bersedeah harus seimbang?
  2. Tidak semuanya yang terlihat kecil akan kecil pula maknanya. Bukankah yang kecil tapi berisi lebih baik daripada besar tapi kosong?
  3. Tempat ternyaman adalah suatu kodisi dimana kita akan mendapat pembelajaran, bukan keuntungan.
Kini perusahaan Bawika berkembang pesat merajai nusantara, bahkan sudah dilirik oleh manca negara. Yaya sekarang menduduki jabatan sebagai HRD. Alhamdulillah. .

1 komentar:

  1. Alhamdulillah. Kisah nyata yang sangat menarik. Saya sangat tertarik dengan inspirasi artikel ini. Anda pun tetap menjunjung tinggi nilai agama Islam dalam pekerjaan. Saya salut dengan Anda. Salam kenal ya. Mari ta'aruf. Kalau ada waktu bisa berkunjung di blog saya ya. Saya tunggu ya.

    BalasHapus

Silahkan coment Disini.
Terimakasih atas partisipasinya. Saling berbagi dan memberi.